Rabu, 30 Juni 2010

SISTEM PENDIDIKAN DI MESIR

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian anak baik diluar dan di dalam sekolah dan langsung seumur hidup. Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam kehidupannya untuk hidup sekarang dan yang akan datang. Oleh karena itu setiap bangsa pasti memiliki sebuah system Pendidikan Nasional, dimana system ini harus mempunyai acuan bagi setiap pendidikan yang ada di Negara tersebut.
Setiap Negara akan mempunyai system pendidikan yang berbeda dengan Negara lain, tetapi walapun begitu mungkin terdapat berbagai kesamaan yang disesuaikan sesuai dengan kebutuhan akan pendidikan bagi Negara tersebut, mungkin secara geografis, demografis, hidtoris, cututal dan lain sebagainya. Oleh karena hal tersebut pada kesempatan ini pemakalah ingin mencoba sedikit memaparkan tentang system pendidikan yang ada di Negara Mesir sehingga mampu kita jadikan cermin untuk pendidikan yang ada di Indonesia.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah Pendidikan yang ada di Mesir ?
2. Bagaimanakah Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi Pendidikannya ?
3. Apa saja pengembangan yang bisa dilakukan di Indonesia ?
C. TUJUAN
1. Agar pembaca mampu mengetahui dan memahami tentang pendidikan yang ada si negara Mesir
2. Pembaca mampu memahami tentang pengembangan kurikulum dan efaluasi pendidikan yang ada di mesir
3. Memahami dan mengerti pengembangan apa saja yang bisa dilakukan di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pendidikan Yang Ada Di Mesir
Egypt yang dikenal sebagai misher / mesir, merupakan suatu Negara yang berhasil ditakhlukkan oleh amr ibn As pada tahun 639 H, dibawah komando kholifah yang ke 2 yakni Umar Bin Khotob. Dan sejak itulah islam masuk dan berkembang di Mesir.
Banyak hal yang mampu kita pelajari dari pendidikan yang ada di Mesir diantaranya beberapa tokoh yang mempelopori pembaharuan dibidang pendidikan yang ada di Mesir. Antara lain Muhammad Ali Pasha, Altahtawi, Muhammad Abduh, Rosyid Ridho, Jamaludin Al Afgani, Ali Mubarok, Thoha Husain, dan yang lainnya. Tokoh-tokoh ini sangat berperan dan mempunyai jasa yang sangat besar di bidang pendidikan yang ada di Mesir , yang membawa perubahan hingga mampu menjadikan Mesir seperti pada saat sekarang ini.
Dalam beberapa hal, pendidikan di Negara Mesir dan Indonesia memiliki persamaan dan perbedaan, sebagai misal system pendidikan umum dikembangkan mulai dari tingkat taman kanak-kanak (usia 4-5 th), sekoloah dasar (6-11 th), sekolah persiapan setingkat SMP (12-14 th, sekolah lanjutan setingkat SMA (usia 15-17 th), dan perguruan tinggi. Pada pendidikan pada tingkat dasar, Negara Mesir juga memberlakukan wajib belajar 9 tahun dan bahkan dibeberapa sekolah yang dikelola pemerintah bebas biaya pendidikan. Kebijakan ini diberikan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi semua anak usia sekolah bagi keluarga miskin.
Dalam bidang pendidikan ada 2 sekolah unggulan yang ada di Mesir tepatnya di Kota Kairo, sekolah tersebut adalah Smart School dan EL-Wessam School. Smart school merupakan sekolah unggulan di Mesir yang mengembangkan multi learning system. Dengan memanfaaatkan keunggulan teknologi, sekolah ini meliputi jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai Secondary School. Beberapa keunggulan yang dimiliki sekolah ini adalah pengembangan pendidikan yang menekankan aplikasi literasi teknologi school management system (SMS), dan Community Learning Center (CLC). Lulusan dari sekolah ini diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan yang lebih baik serta IT literate. Selanjutnya EL-Wessam School yang terletak di jantung kota Kairo, yang merupakna sekolah terpadu yang menyelenggarakan semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat TK sampai Secondary School. Sekolah ini memiliki keunggulan dalam menggunnakan system pembelajaran moving class yang dilakukan semua jenjang, serta memberlakukan wajib bahasa inggris dan ICT.
Mengenai perguruan tinggi yang ada di Mesir, tidak perlu diragukan lagi yang paling kita kenal antara lain Universitas Al Azhar, Univercity Of Cairo, Alexandria University, Em Al Syam University, Assunt University serta masih banyak lagi yang lain. Berdasarkan Dirjen Dikti 1997, disebutkan bahwa dalm 1 juta penduduk di Mesir terdapat 400 Dr, suatu angka yang cukup baik. Sekedar perbandingan dalam skala yang sama, Indonesia hanya mencapai 65 Dr dalam 1 juta penduduk. Banyak para ulama’ dan cendekiawan mesir yang tergolong produktif dalam hal karya ilmiyah. Buku-buku tentang Islamic studies banyak yang beredar di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Negara lain. Bahkan menjadi literatur bagi kurikulum IAIN. Adapun proses untuk masuk kejenjang perguruan tinggi di mesir hamper sama dengan yang ada di Indonesia. Sebagai missal sistempendidikan Al AZhar Kairo. Terbuka untuk menerima calon mahasiswa dari berbagai lulusan sekolah menengah, namun mereka harus lulus seleksi memiliki 1 jatah yang diakui setara dan harus mengikuti matrikulasi bagi mereka yang dianggap belum cukup dapat melanjutkan kuliah.
B. Pengembangan Kurikulum Dan Efaluasi Pendidikan
Kementrian pendidikan Mesir telah mengembangkan suatu system pelatihan untuk guru-guru pada semua jenjang pendidikan muali dari guru tamn kanak-kanak sampai dengan guru sekolah menengah. Sistem yang dikembangkan berupa training jarak jauh (distance training) melalui video coverensce yang sekali tayang dapat melibatkan lebih dari 9000 guru diberbagai daerah yang sudah dibangun fasilitas training secara interaktif. Training model ini diselenggarakan oleh pusat pengembangan teknologi untuk training guru atau yang disebut tecnoloigy development centre (TDC) dengan melibatkan sejumlah nara sumber dari berbagai perguruan tinggi, TDC sangat berperan dalam menyediakan layanan training untuk guru yang melalui perangkat teknologi yang diciptakan dan mempercepat akses pelatihan dan kuliah bagi guru didaerah terhadpa sistem pelatihan yang lebih bermutu dan terkontrol.
Kurikulum pendidikan dikembangkan dengan menggunakan standar pendidikan nasional berdasasrkan kebutuhan pengembangan pendidikan di Mesir. Standar nasional ini berlaku untuk semua jenjang dan jenis pendidikan. Namun demikian pada tingkat implementasi kurikulum, kementrian pendidikan mesir lebih bertanggung jawab untuk pengembangan pendidikan ditingkat secondary education dan tanggungjawab juga sampai pada penyelenggaraan ujian nasional. Sementara itu untuk pengembangan dan implementasi pendidikan pada jenjang pendidikan Pre-School dan Elementary Educatin menjadi tanggungjawab tingakt distrik, dasn pada tingkat Preparatory Education pada tigkat states atau tingkat propinsi.
Untuk pegembangan evaluasi pendidikan NCEEE (National Center For Examinition and Education Evalution) atau pusat pengembangan Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan yang terletak di al-madina al-munawara sreet, Cairo juga memiliki peranan penting. Lembaga ini merupakan lembaga inependen yang diberi kewenangan yang bersifat otonomi oleh kementrian Pendidikan Mesir yang didirikan untuk menyelenggarakan kebutuhan kajian saintifik untuk kebutuhan pengujian data, evaluasi pendidikan agar kurikulum yang telah ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan target, membangun karakter siswa dan memproosikan kemampuan, kreativitas dan kecakapan siswa dalam berbagai bidang budaya, ilmu dan teknologi. NCEEE dilengkapi dengan fasilitas komunikasi informasi dengan internet yang konek ke semua departemen yang dioperasikan dengan menggunakan satelit.
Pengembangan evaluasi dilakukan secara serempak pada siswa semua jenjang pendidikan dan mata pelajaran yang menjadi fokus pengembangan mencakup semua mata pelajaran. Sedangkan ntuk pengembangan kurikulum yang juga menjadi tanggungjawab NCEEE, semua mata pelajaran sudah dikembangkan dalam bentuk buku pelajaran, yang disebarkan kesetiap sekolahan. Untuk menunjang efektifiatas penggunaan buku, NCEEE juga mengembangkan sejumlah CD interaktif yang dapat digunakan pada proses pembelajaran siswa dan training guru.
C. Pengembangan Yang Bisa Dilakukan Di indonesia
Beberapa pegembangan pendidikan yang bisa diambil dari sistem pendidikan yang ada di Mesir antara lain :
1. Pengembangan sistem training guru yang terintregrasi dan terpadu yang dilakukan di Mesir dapat menjadi model yang dapat dikembangkan di Indonesia.keterpaduan yang menyangkut pemberian layanan training yang dikemas dalam penyebaran informasi, penggunaan teknologi untuk training jarak jauh, koordinasi antar instansi terkait telah menyebabkan training guru yang dilakukan TDC memiliki arah pengembangan kompetensi guru yang lebih jelas dan biaya yang efisien.
2. Pengembangan ketrampilan dan pengetahuan guru yang dilakukan di Mesir lebih mengarah pada pemenuhan stnadar kompetensi yang tidak hanya untuk memenuhi standar nasional, tetapi juga untuk peningkatan kemampuan standar international. Arah kebijakan ini memiliki nilai strategis di masa mendatang. Peningkatan kompetensi guru seperti ini sesungguhnya sangat releva dengan kebijakan pendidikan di Indonesia yang kini tengah dengan giat mewujudkan pendidikan yang bermutu yang tidak saja dapat memenuhi standar nasional pendidikan, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menguasai satandar nasional.
3. Sebagai negara yang padat pendidik dan memiliki banyak lembaga pendidikan guru ndan siswa, Mesir telah mengembangkan suatu sistem pelatihan guru melalui pelatihan jarak jauh (distance laerning / training) Dengan menggunakan keunggulan teknologi informasi. Model juga penting untuk dikembangkan di Indonesia agar pelayanan pendidikan dan pelatihan kepada guru dapat dilakukan lebih cepat dan efisien serta bagaimana mengembangkan pelatihan ini secara terpadu dengan materi pelatihan inti dan pelengkap yang dirancang secara komprehensif.
4. Sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan tradisi agama yang kuat, mesir memiliki sistem pembelajaran agama islam pendidikan islam yang sangat kuat. Standar untuk pendidikan islam pun dilakukan dengan standar yang lebih menjamin kelulusan pendidikan keagamaan agar memiliki pengetahuan dan pemahaman agama yang kuat.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam beberapa hal, pendidikan di Negara Mesir dan Indonesia memiliki persamaan, sebagai misal system pendidikan umum dikembangkan mulai dari tingkat taman kanak-kanak (usia 4-5 th), sekoloah dasar (6-11 th), sekolah persiapan setingkat SMP (12-14 th, sekolah lanjutan setingkat SMA (usia 15-17 th), dan perguruan tinggi. Pada pendidikan pada tingkat dasar, Negara Mesir juga memberlakukan wajib belajar 9 tahun dan bahkan dibeberapa sekolah yang dikelola pemerintah bebas biaya pendidikan. Kebijakan ini diberikan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi semua anak usia sekolah bagi keluarga miskin.

DAFTAR PUSTAKA
Drs. Abd. Rochman Assegaf, M.A, Internasionalisasi Pendidikan, Sketsa Perbandingan Pendidikan di Negara-Negara Islam dan Barat, Gama Media, Yogyakarta, 2003
http ://www.balitbang.depdiknas.go.id/egov/.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di alfitrani

2 komentar:

guz zay mengatakan... Reply Comment

yes,....

Anonim mengatakan... Reply Comment

terima kasih, izin copas ya...


website counter